SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BAPPEDA KABUPATEN KUNINGAN
  • PAMSIMAS III : BAPPEDA LAKUKAN EVALUASI RENCANA KE...

    Senin, 17 Oktober 2016 02:58
  • Belajar Subak : Komisi Irigasi Kabupaten Kuningan ...

    Kamis, 01 September 2016 03:32
  • FGD Penyusunan Strategi Kemandirian dan Ketahanan ...

    Rabu, 31 Agustus 2016 03:21
  • Perencana Madya Bappeda Berhasil Temukan Metode Ba...

    Senin, 15 Agustus 2016 09:07
  • BAPPEDA KABUPATEN KUNINGAN TERIMA KUNJUNGAN KERJA ...

    Kamis, 16 Juni 2016 01:20
  • Bappeda Selenggarakan Sosialisasi Program Pamsimas...

    Rabu, 15 Juni 2016 04:51

Informasi Pilihan

Agenda

Prev Next

FORUM SKPD

FORUM SKPD

  FORUM SKPD RABU, 18 FEBRUARI 2015 Read more

Dinamika Pembangunan

Bappeda Selenggarakan Evaluasi RKM Program PAMSIMAS 2015

Bappeda Selenggarakan Evaluasi RKM Program PAMSIMAS 2015

Pemerintah mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk mencapai Target Millenium Development Goals... Read more

Serba Serbi

PETA KUNINGAN                                                                                                                         Detai

Sekilas Kuningan

VIRTUAL MUSRENBANG 2015

Musyawarag Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan RKPD Perubahan 2015 Provinsi Jawa Musyawarah Barat dilaksanakan secara serentak di 27 Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat pada Kamis 4 Juni 2015, yang dimulai pukul 09.30 sampai dengan 13.30.  Sesuai dengan namanya “virtual”, secara teknis Musrenbang bertempat di masing-masing Kabupaten/Kota dan dipandu langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang langsung dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Dedy Mizwar melalui video conference.

 

Acara dimulai dengan Pembacaan Do’a, Pembukaan oleh Wakil Gubernur dan Penyampaian Catatan Virtual Musrenbang oleh Kepala Bappeda Povinsi Jawa Barat Prof. Deny Juanda.  Acara dilanjutkan dengan Dialog Interaktif antara Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati/Walikota Se Jawa Barat.

 

Pada kesempatan ini, Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda menyampaikan program unggulan Kabupaten Kuningan tahun 2014-2018.  Selain itu juga menyampaikan usulan kegiatan Kabupaten Kuningan untuk Perubahan Tahun 2015, diantaranya: pembangunan jalan di daerah perbatasan; pembangunan gedung perawatan Kelas III RSUD Linggajati dan Alat Kesehatan Bedah Sentral yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin; rehabilitasi Jalan Cipasung-Subang; pembangunan Jalan Gunung Sirah Kecamatan Darma.

 

Dalam dialog interaktif tersebut, Kabupaten Kuningan yang mendapat urutan ke-3 dari 27 Kabupaten/Kota untuk mendapatkan giliran berbicara dengan Wakil Gubernur via video conference.  Wakil Gubernur tampak antusias menanggapi apa yang disampaikan oleh Bupati Kuningan dan secara khusus menyampaikan bahwa beliau terkesan dengan Kabupaten Kuningan, karena termasuk wilayah Kabupaten yang sumberdaya alam dan lingkungannya masih sangat terjaga dengan baik.

 

Bupati Kuningan menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan menyambut baik acara Virtual Musrenbang ini “ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan informasi dan teknologi, Kami mengapresiasi acara ini”. 

 

Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan Drs. H. Maman Suparman, MM menyampaikan bahwa Bappeda Kabupaten Kuningan telah berupaya maksimal menyiapkan acara Virtual Musrenbang ini “selain virtual Musrenbang, Bappeda Kabupaten Kuningan juga telah membuat sistem perencanaan online yaitu RKPD Online, usulan dari SKPD, masyarakat via DPRD bisa mengusulkan kegiatan via RKPD Online”.

FGD Strategi Kemandirian dan Ketahanan Pangan Tahun 2016

Sebagai wilayah dengan beberapa sektor unggulan, sektor pertanian masih merupakan sektor yang paling memberikan pengaruh besar bagi perkembangan ekonomi penduduk di Kabupaten Kuningan dilihat dari jenis mata pencaharian dan pola penggunaan lahan. Sektor pertanian menjadi sektor yang memberikan multiflier efek paling besar bagi perkembangan sektor lainnya.

Berpijak pada kondisi itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan sesuai Visi Bupati Kabupaten Kuningan 2014 - 2018 yang mencanangkan arah kebijakan daerah dengan Visi “Kuningan Mandiri, Agamis dan Sejahtera Tahun 2018”, dimana Mandiri adalah suatu keadaan dan kemampuan masyarakat dalam perekonomian rakyatyang fokus pada ketahanan pangan, pengelolaan dan pengembangan sumberdaya alam daerah serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
               
                Menindaklanjuti arah prioritas kebijakan pembangunan yang salah satunya menitikberatkan kemandirian pada sektor pertanian dalam hal ini ketahanan pangan, maka Bappeda Kabupaten Kuningan melalui Bidang Penelitian, Evaluasi dan Pelaporan melakukan upaya-upaya manajerial dengan melakukan kegiatan penelitian. Proses penelitian didahului dengan tahap pengumpulan data yang diseleksi dengan ketat dengan melibatkan sumberdaya profesional melalui keikutsertaan pihak Direktorat Pengembangan Akademik Institut Pertanian Bogor (IPB) agar hasil proses penelitian bisa berkualitas sehingga  input dan analisa data eksisting bisa bisa dipertanggungjawabkan sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi bagi konsistensi pelaksanaan program dan kegiatan yang telah berjalan.  Selain itu sebagai bahan masukan dalam menyusun langkah-langkah optimalisasi ke depan agar arah kebijakan yang telah di tetapkan dalam sebuah frame waktu bisa dicapai sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.

Melalui pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Kuningan telah dihadiri sekaligus dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan bapak Drs. H. YOSEP SETIAWAN, M.Si., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan bapak  Ir. H. JAJAT SUDRAJAT, M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan Drs. H. MAMAN SUPARMAN, MM. serta  unsur pimpinan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Kuningan, telah dihasilkan beberapa informasi penting sekaligus kesimpulan sebagai bahan arahan bagi kebijakan lanjutan.

Mengacu pada sektor pertanian sebagai salah satu sektor unggulan telah dianalisa beberapa komoditas potensial yang bisa menjadi andalan bagi kemandirian dan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan. Diantaranya adalah Komoditas Tanaman Pangan Sumber Karbohidrat (Padi, Ubi Kayu, Ubi Jalar, jagung) ; Tanaman Pangan Sumber Protein (Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau); Ternak Unggas (Ayam Kampung, Ayam Ras Petelur, Ayam Ras Pedaging, Itik/Itik Manila); Protein Telur Unggas (Telur Ayam Kampung, Telur Ayam Ras, Telur Itik/Itik Manila); Daging Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing, Domba).

 

Beberapa kesimpulan yang dihasilkan adalah :

1.       Situasi ketersediaan pangan tanaman sumber karbohidrat di Kabupaten Kuningan relatif baik, dengan komoditas andalan padi. Ketersediaan pangan tanaman sumber protein masih relatif rendah. Ketersediaan daging ternak unggas dan daging ruminansia relatif baik, dengan komoditas andalan ayam ras pedaging dan domba yang produksinya merata di setiap wilayah.

2.       Kemungkinan pencapaian kemandirian pangan untuk Kabupaten Kuningan pada saat ini sudah untuk komoditi beras, ubi jalar, ayam ras, dan domba. Untuk komoditas beras, perlu diantisipasi kedepan penurunan luas lahan sawah, antar lain dengan mendidik konsumen untuk mensubstitusi beras dengan sumber karbohidrat lain. Komoditas yang potensial untuk dikembangkan ke depan seperti ikan dapat dikembangkan dengan metode mina padi.

3.       Terdapat delapan alternatif strategi yang dihasilkan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengwujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kabupaten Kuningan. Alternatif strategi yang menjadi prioritas utama yaitu optimalisasi lahan dan pemberdayaan kelompok tani dalam peningkatan hasil pertanian sawah.

4.       Mengacu pada alternatif strategi yang terbentuk, program yang dapat dilakukan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kabupaten Kuningan yaitu meningkatkan produksi beras dengan cara mengoptimalkan penggunaan lahan, memberdayakan kelompok tani, serta melakukan perbaikan mutu intensifikasi pertanian dan kualitas beras.

 

Saran yang dihasilkan dari FGD untuk Strategi Ketahanan Pangan yaitu :

a.       Merevitalisasi Kebijakan Ketahanan Pangan yang selama ini dipakai  sebagai rujukan berbagai program ketahanan pangan (perlu insentif, cenderung ‘cost centre’)

b.      Membangun Strategi Ketahanan Pangan dengan Pendekatan  Integrasi Pangan dan Ekonomi yang akan mampu menguatkan seluruh sistem ketahanan pangan, sebagai embrio sistem kemandirian pangan Kab Kuningan (“Integrated Food Economy Strategy”). Ada 4 area kebijakan turunan yang dapat diterapkan dengan potensi yang dimilik Kabupaten Kuningan, yaitu:

1.    Sistem Produksi Pertanian yang efisien dengan memanfaatkan Inovasi Teknologi

2.    Perdagangan Dirancang Khusus dengan pendekatan investasi

3.    Pasar Domestik/Lokal berfungsi dengan Baik

4.    Kelola Pangan dan Air secara Strategis dalam perspektif Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim

Terdapat beberapa Implikasi Manajerial yang perlu ditindaklanjuti yaitu :

1.       Pemerintah Kabupaten Kuningan perlu melakukan strategi berdasarkan prioritas.

2.       Pemerintah Kabupaten Kuningan juga perlu memperbaiki faktor yang menjadi kelemahan utama dan meningkatkan faktor yang menjadi kekuatan utama.

3.       Pemerintah Kabupaten Kuningan perlu memanfaatkan peluang dan memperhatikan ancaman yang memiliki tingkat kepentingan relatif tertinggi.

4.       Pemerintah Kabupaten Kuningan perlu membuat dan menguatkan kebijakan-kebijakan otonomi pangan daerah untuk memudahkan manajemen agribisnis komoditas padi.

5.       Pemerintah Kabupaten Kuningan sebaiknya membuat aturan khusus agar pemberdayaan masyarakat dan petani, program intensifikasi pertanian, penguatan kelembagaan pertanian, serta revitalisasi sarana prasarana pertanian dapat berjalan secara baik dan benar.

6.       Pemerintah Kabupaten Kuningan sebaiknya menjadikan kebijakan pembangunan ketahanan pangan yang berbasis agribisnis menjadi prioritas pembangunan kapubaten untuk mengantisipasi masalah pangan.

 

Pilihan dan Prioritas Strategi berdasarkan Analisis QSPM

No

Alternatif Strategi

Strategi

Skor

Pilihan dan Prioritas

1

Strategi alternatif optimalisasi lahan dan pemberdayaan kelompok tani dalam peningkatan hasil pertanian

SO

5,732

1

2

Strategi alternatif perbaikan mutu intensifikasi pertanian dan kualitas beras

SO

5,346

2

3

Strategi konsistensi RTRW dan pertumbuhan minat generasi muda di bidang pertanian

ST

5,242

3

4

Strategi pengembangan kerjasama pemasaran hasil dengan mitra usaha

WO

5,127

4

5

Strategimeningkatkan dayasaing pertanian sawah dengan melakukan perlindungan kepada petani

ST

4,964

5

6

Strategi peningkatan monitoring dan evaluasi pembangunan pertanian sawah

WT

4,907

6

7

Strategi peningkatan kerja aparat pertanian untuk kesejahteraan petani

WT

4,872

7

8

Strategi pengembangan kerjasama permodalan dengan lembaga keuangan

WO

4,806

8

 

 

Lambang Daerah

MAKNA UMUM LAMBANG DAERAH KABUPATEN KUNINGAN

Dengan modal semangat dinamis, konstruktif, sportif, semangat menegakkan keadilan, melenyapkan kebathilan, sanggup berjuang membangun dan bertaqwa kepada Allah SWT untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah Kuningan

Masa Pra sejarah

Diperkirakan ± 3.500 tahun sebelum masehi sudah terdapat kehidupan manusia di daerah Kuningan, hal ini berdasarkan pada beberapa peninggalan kehidupan di zaman pra sejarah yang menunjukkan adanya kehidupan pada zaman Neoliticum dan batu-batu besar yang merupakan peninggalan dari kebudayaan Megaliticum. Bukti peninggalan tersebut dapat dijumpai di Kampung Cipari Kelurahan Cigugur yaitu dengan ditemukannya peninggalan pra-sejarah pada tahun 1972, berupa alat dari batu obsidian (batu kendan), pecahan-pecahan tembikar, kuburan batu, pekakas dari batu dan keramik. Sehingga diperkirakan pada masa itu terdapat pemukiman manusia yang telah memiliki kebudayaan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Situs Cipari mengalami dua kali masa pemukiman, yaitu masa akhir Neoleticum dan awal pengenalan bahan perunggu berkisar pada tahun 1000 SM sampai dengan 500 M. Pada waktu itu masyarakat telah mengenal organisasi yang baik serta kepercayaan berupa pemujaan terhadap nenek moyang (animisme dan dinamisme). Selain itu diketemukannya pula peninggalan adat dari batu-batu besar dari zaman megaliticum.

Kondisi Geografis

Kabupaten Kuningan terletak pada titik koordinat 108° 23 - 108° 47 Bujur Timur dan 6° 47 - 7° 12 Lintang Selatan. Sedangkan ibu kotanya terletak pada titik koordinat 6° 45 - 7° 50 Lintang Selatan dan 105° 20 - 108° 40 Bujur Timur.

Bagian timur wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.

SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA

DRS. H. MAMAN SUPARMAN, MM

KEPALA BAPPEDA KUNINGAN

Selengkapnya.

Jejak Pendapat

Pembangunan di Kab. Kuningan yang paling menonjol saat ini :

Infrastruktur Jalan - 22.7%
Penataan Kota - 36.4%
Pelayanan Kesehatan - 27.3%
Pendidikan - 9.1%
Pelayanan Kependudukan - 4.5%

Total votes: 22

Link Terkait

 

DOKUMEN VIDEO

Video Bappeda Kabupaten Kuningan

 

Sosok Masa Depan Jawa Barat
Tahun 2025

GRAFIK

TABEL

PETA

Visit the new site http://lbetting.co.uk/ for a ladbrokes review.

Copyright © 2014 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kuningan.
Jl. R.E Martadinata No.92 Kuningan 45514 Telp. (0232) 871-788  Email: info@bappeda.kuningankab.go.id

214836